Blogroll

views

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pages

follower

Sabtu, 01 Desember 2012

MENELADANI PERILAKU TERPUJI



MENELADANI PERILAKU TERPUJI

NABI AYUB a.s.
Sabar berarti tahan menghadapi segala cobaan. Atau menahan diri dari segala sesuatu yang tidak baik kerena hanya mengharap ridho Allah SWT.
Syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah atau menerima segala pemberian dengan senang dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya.
Sabar di bagi 3:
1.     Sabar dalam menjalankan perintah Agama.
2.     Sabar dalam  menjauhi larangan Agama.
3.     Sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa.

10 contoh sabar dalam menjalankan perintah agama:
-          Solat
-          Puasa wajib
-          Zakat
-          Naik haji
-          Berzikir
-          Mengaji
-          Berkurban
-          Membaca solawat kepada Nabi Muhammad SAW
-          Menghafal surat al-Qur ’an
-          Terseyum

10 contoh sabar dalam menjauhi larangan Agama:
-          Tidak mabuk
-          Tidak mencuri
-          Tidak menfinah
-          Tidak berbohong
-          Tidak judi
-          Tidak membunuh
-          Tidak bunuh diri
-          Tidak korupsi
-          Tidak mencontek pada saat ulangan
-          Tidak berzinah

10 contoh dalam menerima musibah yang menimpa:
-          Banjir
-          Gempa
-          Longsor
-          Sunami
-          Angin topan
-          Gunung meletus
-          Sakit keras
-          Meniggal dunia
-          Tertabrak mobil
-          Kapal jatuh

10 contoh perilaku syukur (rasa terima kasih) kepada Allah:
-          Dapat uang jajan tambahan
-          Dapat beasiswa
-          Dapat sepeda baru
-          Dapat baju baru
-          Dapat telepon gengam baru
-          Dapat nilai bagus
-          Dapat rengking
-          Dapat piala kejuaraan sepak bola
-          Dapat bola baru
-          Dapat laptop


Nabi Musa a.s.
Berani berarti mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang benar dalam menghadapi kesulitan.

10 contoh berani dalam membela agama:
-          Perperang membela agama
-          Berdakwah keplosok-plosok negeri
-          Mengajari orang yang tidak bias pelajaran
-          Mencari ilmu ke pesantren
-          Mengajari orang yang belum bisa mengaji
-          Melelay teman yang sedang berkelahi
-          Membela orang yang dihina
-          Berjihad di jaln Allah SWT
-          Membela orang yang tidak bersalah
-          Menumpas kejahatan



NABI ISA a.s.
Teguh iman berarti kuatan serta kemantapan iman terhadap Allah SWT
Ramah adalah baik hati dan menarik budi bahasanya,manis tutur kat dan sikapnya,suka bergauldan menyenangkan dalam pergaulan.

10 contoh teguh iman terhadap Allah SWT:
-          Ketika sholat ibdahnya khusyu
-          Selalu berdzikir
-          Mengaji dengan hikmat
-          Selalu solat dhuha
-          Memakai jilbab (bagi kaum wanita)
-          Mendoakan orang tua agar masuk surga
-          Mencari ilmu dengan tekun
-          Selalu membiasakan sholat berjamaah dimasjid
-          Berdoa kepada Allah SWT
-          Mendermakan hartanya bagi fakir miskin

10 contoh perilaku ramah terhadap sesame manusia:
-          Berbicara sopan kepada sesama manusia
-          Mengucap salam ketika mau masuk/keluar rumah
-          Mempersilahkan tamu masuk ketika sedang ada tamu
-          Selalu tetap tersenyum bila bertemu orang lain
-          Sopan kepada orang yang lebih tua
-          Menyajikan makan kepada tamu bila dirumah ada makanan
-          Mudah bergaul kepada siapapun
-          Menghibur yang sedang bersedih
-          Mengayomi orang yang lebih muda
-          Menemani tamu bila ada yang bertamu

Kamis, 15 November 2012

Istilah-istilah Hari Kiamat



Berikut ini adalah nama-nama hari kiamat yang disebutkan dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an:
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Zalzalah” artinya hari datangnya kegoncangan dan keributan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Hizab” artinya hari perhitungan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Muhasabah” artinya hari perhitungan amal yang baik atau yang buruk.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumusshoo’iqah” artinya hari yang penuh suara gemuruh.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Qiyamah” artinya hari kebangkitan sesudah mati.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Hasrah” artinya hari penyesalan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumuddiin” artinya hari keputusan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumun’Asiirun” artinya hari yang penuh kesengsaraan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Khizyi” artinya hari yang menghinakan bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Ba’tsi” artinya hari kebangkitan dari kubur.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Jam’i” artinya hari dikumpulkannya semua makhluk.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Waqi’ah” artinya hari terjadinya keadaan yang hebat (huru-hara kiamat).
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Ghosyiyah” artinya hari yang menutupi (hari yang penuh rahasia yang hanya Allah SWT yang mengetahui-Nya).
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumur Rojifah” artinya hari terjadinya gempa yang besar-besar.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Haqqah” artinya hari datangnya kebenaran hakiki.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumuththommah” artinya hari adanya marabahaya yang amat besar sekali.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Fashli” artinya hari dipisahkannya hal-hal yang benar dan salah.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Qori’ah” artinya hari adanya kejadian yang membingungkan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Jaza’ ” artinya hari pembalasan amal yang baik dan yang buruk.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Wazni” artinya hari ditimbangnya segala amalan yang bagus dan yang jahat.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul ‘Arod” artinya hari diperlihatkan semua amalan.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumushshokhkhoh” artinya hari yang memekakkan telinga.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumuttalaq” artinya hari pertemuan dengan Allah SWT.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumuttanad” artinya hari ketika semua manusia mengundang kesana-kemari tidak karuan yang dituju.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Wa’id” artinya hari ancaman bagi manusia yang durhakan kepada Allah SWT.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yauma laa yanfa’u maalun wa laa banuuna illa man atallaha biqolbin saliim” artinya hari yang di kala itu tidak ada kemanfaatan sama sekali harta dan anak, melainkan manusia yang menghadap kepada Allah SWT dengan hati yang tentram dan selamat.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumunnusyur” artinya hari kembali sehabis mati.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumul Khulud” artinya hari kekekalan, baik di surga ataupun di neraka bagi penghuninya masing-masing.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yaumun laa roiba fiihi” artinya hari yang tidak perlu disanksikan lagi akan kepastian terlaksananya.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yauma tosykhoshu fiihil abshor” artinya hari yang semua mata terbuka dan dapat menyaksikan amalannya masing-masing.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yauma yafirrul mar-u min akhiihi wa ummihi wa abiihi wa shoohibatihi wa baniihi” artinya hari ketika manusia berlarian berpisah dari saudaranya, ibunya, ayahnya, istrinya, dan anaknya.
  • ·         Hari kiamat dinamakan dengan “Yauma laa tajzi nafsun ‘an nafsin syai’an” artinya hari ketika manusia tidak dapat memberikan pertolongan kepada yang lainnya. 
 

Panggung Sandiwara



Artist: Ahmad Albar

Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Peran yang kocak bikin kita terbahak bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara

PUISI



1. Pengertian Puisi

Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan, atau seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta.
Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, dan orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa.
Menurut Kamus Istilah Sastra, puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Beberapa ahli modern mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur, tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Inilah pendapat beberapa penyair mengenai puisi.

Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik di dalam puisinya, dengan kata-kata disusun begitu rupa sehingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.

Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).

Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam dan dijadikan puisi.

Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.

Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad menyimpulkan bahwa dari pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi. Yaitu emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.
Jadi, puisi adalah bentuk karya sastra yang mengekspresikan pemikiran dan perasaan penyairnya, diubah dalam wujud dan bahasa yang paling berkesan.
2. Yang membedakan puisi dengan prosa

Slamet Mulyana mengatakan bahwa ada perbedaan pokok antara prosa dan puisi.
Pertama, kesatuan prosa yang pokok adalah kesatuan sintaksis, sedangkan kesatuan puisi adalah kesatuan akustis.
Kedua, puisi terdiri dari kesatuan-kesatuan yang disebut baris sajak, sedangkan dalam prosa kesatuannya disebut paragraf.
Ketiga, di dalam baris sajak ada periodisitas dari mulai sampai akhir.

Djoko Pradopo berpendapat lain. Perbedaan prosa dan puisi bukan pada bahannya, melainkan pada perbedaan aktivitas kejiwaan.
Puisi merupakan hasil aktivitas pemadatan, yaitu proses penciptaan dengan cara menangkap kesan-kesan lalu memadatkannya (kondensasi).
Prosa merupakan aktivitas konstruktif, yaitu proses penciptaan dengan cara menyebarkan kesan-kesan dari ingatan.
Dan perbedaan lain terdapat pada sifat.
Puisi merupakan aktivitas yang bersifat pencurahan jiwa yang padat, bersifat sugestif dan asosiatif.
 Sedangkan prosa merupakan aktivitas yang bersifat naratif, menguraikan, dan informatif.
Perbedaan lain yaitu puisi menyatakan sesuatu secara tidak langsung, sedangkan prosa menyatakan sesuatu secara langsung.

3. Unsur-unsur Puisi

Batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur, yaitu kata, larik , bait, bunyi, dan makna. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi.

Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain.
Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. Larik bisa berupa satu kata saja, bisa frase, bisa pula seperti sebuah kalimat. Pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat, tapi pada puisi baru tak ada batasan.
Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.
Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima, perulangan kata, perulangan bait), tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal), atau panjang pendek kata. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama, namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.
Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan.

Secara lebih detail, unsur-unsur puisi bisa dibedakan menjadi dua struktur, yaitu struktur batin dan struktur fisik.
A. Struktur batin puisi atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi, meliputi :

1. Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan
2. Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
3. Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
4. Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari  sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

B. Struktur fisik puisi atau terkadang disebut pula metode puisi, adalah sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Struktur fisik puisi meliputi :

1. Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
2. Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
3. Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
4. Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang.
Misalnya kata kongkret “salju” melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll.
Sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
5. Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
6. Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.
Rima mencakup :
(1) onomatope atau  tiruan terhadap bunyi
(2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya)
(3) pengulangan kata/ungkapan
Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

4. Jenis-jenis puisi

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
Jumlah kata dalam 1 baris
Jumlah baris dalam 1 bait
Persajakan (rima)
Banyak suku kata tiap baris
Irama

Ciri-ciri puisi lama :

Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.






Jenis- jenis puisi lama :

Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.

Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati

Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.

Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

Seloka adalah pantun berkait.

Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.

Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)

Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)




Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu


B. Puisi Baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru:
Bentuknya rapi, simetris;
Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
Sebagian besar puisi empat seuntai;
Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Jenis-jenis puisi baru :
Menurut jenisnya, puisi baru dibedakan menjadi:

Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.
Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ketuhanan.
Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra
Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)

Menurut bentuknya puisi dibedakan menjadi :

Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

C. Puisi kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu
Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:
1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu.
2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri.
3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.

Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling".
Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah:
1. Mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).
2. Menyampaikan kritik sosial terutama terhadap sistem perekonomian dan pemerintahan.
3. Menyampaikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh terhadap puisi. Dalam hal ini, Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi.
Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.
Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional ternyata juga perlu memerhatikan beberapa unsur sebagai berikut:
Unsur bunyi; meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya.
Tipografi; meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.
Enjambemen; meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya.
Kelakar (parodi); meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif).

HatiKu Berkata



cipt.Danny Kurniawan


Lantunan Hati Penuh rasa
Ku ukir indah dalam cinta
Ku pikir...
Cinta tak buta

Tuhan...
Hari ini ku galau merana
Menatap cinta tak tersirat

Hanya tetesan air mata 
Yang menusuk relung jiwa
hanya kau sang wanita
Yang membuatku tak berdaya

Rabu, 14 November 2012

Miѐling Poѐ Sumpah Pemuda




  Danny Kurniawan
Para Sadѐrѐk sabangsa sareng salemah cai
Assalamualaikum Wr.Wb
Wilujeung enjing sadayana
Sampurasun
           
            Dina dinten ieu 28 oktober nu sok disarebat dinten “sumpah Pemuda”
            Puji sukur urang sanggakeun ka Gusti Allah SWT. Margiku barokah sareng karunia anjeunna, Urang sadayana tiasa sasarengan miѐling poѐ sumpah pemuda. Mugi-mugi Allah masihan berkah ka nagara urang, supados nagara urang leuwih maju.
            Ku ngayakeun acara ieu, hayu urang panjatkeun solawat sareng salam kahidirat nabi urang sadaya SAW.
            Aya sababaraha sipat pemuda anu teu meunang diconto ku urang nyaeta:
1.     Jelema anu sok bolos
2.     Jelema anu sok teu inget ka gusti Allah, jeung
3.     Jelema anu sok ngajailan batur
4.     Jeung sajabana
Nah, ѐta kabѐh tѐh teu meunang diconto ku urang, Kuduna mah Urang teh,
1.     Sok getol ka sakola sangkan pinter
2.     Inget ka Gusti Allah sangkan meunang asup ka sorga, jeung
3.     Kudu bager ka rerencangan. Sangkan loba rerencangan nu maturan sarta dipikaresep ku batur
Hayu urang ayeuna nyebatkeun “IKRAR SUMPAH PEMUDA”
IKRAR SUMPAH PEMUDA
1.     KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH SATU, TANAH AIR INDONESIA
2.     KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA , MENGAKU BERBANGSA SATU, BANGSA INDONESIA
3.     KAMI PUTRA DAN PURTI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA
Berkahna tina perjuangan rahayat sareng pamuda Indonesia, kiwari kedah dibuktoskeun ku cara ningkatkeun pangwangunna dina sagala widang, banting tulang pikeun kabagjaan dunya sareng aherat.
Sakitu anu kapihatur . Mugi aya mangpaatna
Bilahi taufik walhidayah
Wassalamualakum Wr.Wb